Log In
| Kenali dini Penyakit Rematik danKiat Hidup Sehat bagi Penderita Rematik |
|
|
|
| Friday, 04 December 2009 07:10 |
|
Kenali dini Penyakit Rematik Tak kenal maka tak sayang, mungkin istilah ini tepat untuk menggambarkan ketakutan seseorang saat divonis oleh dokter menderita rematik. Rematik bukanlah akhir dari segalanya, oleh karena itu kenalilah sejak dini tanda-tandanya. Setiap jenis remaik memiliki gejala yang berbeda-beda. Jika dua orang mengeluh nyeri pada lutut belum tentu keduanya menderita jenis yang sama.
Ada baiknya kita mengenal gejala umum penyakit rematik, yaitu :
Untuk Artritis Rematoid, ada beberapa gejala khusus yang harus sesegera mungkin di waspadai, yaitu :
Gejala yang berbeda di berikan oleh Osteoartritis, yaitu :
Apabila anda ataupun orang-orang terdekat Anda mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas selama lebih dari dua minggu, segeralah berkonsultasi dengan dokter Anda. Tidak perlu takut, dokter Anda adalah tempat terbaik untuk bertanya tentang penyakit rematik Anda dan memberikan pengobatan yang tepat.
Kiat Hidup Sehat bagi Penderita Rematik Rematik bukanlah suatu momok yang menakutkan. Penderita rematik masih bisa beraktivitas seperti biasanya sekalipun mungkin tidak sekuat pada orang normal.
Ada beberapa hal yang harus di perhatikan oleh Penderita Rematik untuk hidup sehat dengan kualitas hidup yang tetap bagus, yaitu :
1. Pola makan yang seimbang Diet penting bagi penderita Gout dan Osteoarthritis. Karena kelebihan berat badan dapat menambah tekanan pada sendi-sendi yang berfungsi menahan berat badan. Cara mengukur berat badan kita berlebih atau tidak dapat dihitung dengan BMI (Body Mass Index), yaitu Berat Badan (Kg)/tinggi badan2 (m) (BB/TB2). Jika hasil yang didapatkan antara 18,5-24,9 adalah normal, 25,0-29,9 adalah overweight atau kelebihan berat badan, lebih dari 30 adalah obesitas.
Makanan segar, seperti buah dan sayuran segar, biji-bijian dalam bentuk utuh, makanan hasil laut ataupun hewan segar, memberikan zat untuk untuk membangun kembali sendi yang rusak. Ikan air tawar, ikan makarel, sarden, herring, minyak hati ikan kod dan salmon baik untuk penderita artritis. Dan untuk penderita Gout (asam urat berlebih) harap hindari minuman beralkohol dan makanan dengan protein (purin) tinggi, seperti jeroan (hati, ginjal), makanan hasil laut dan kuah daging.
2. Minum obat sesuai anjuran dokter Rematik dengan berbagai jenisnya memiliki obat yang berbeda pula. Tidak semua obat dapat memberikan manfaat yang sama, jadi pemilihannya pun harus disesuaikan. Mintalah obat pada dokter Anda yang sesuai dengan jenis rematik Anda. Jangan pernah bosan untuk minum obat secara teratur.
3. Olahraga dan istirahat Untuk penderita rematik antara beraktivitas dan istirahat semua harus dalam keadaan seimbang. Tidak boleh berlebih satu atau yang lainnya. Jika pada saat beraktivitas sudah terasa nyeri atau pegal, maka penderita harus segera beristirahat. Sebaliknya istirahat juga harus sesuai porsinya. Tidak boleh berlebihan karena dapat mengakibatkan kekakuan pada otot dan persendian.
Latihan fisik yang dianjurkan untuk penderita rematik adalah : Range of motion exercise : yaitu latihan fisik yang menjaga pergerakan normal sendi, memelihara flexibilitas sendi dan juga untuk menghilangkan kekakuan sendi. Strengthening exercise : yaitu latihan fisik untuk meningkatkan kekuatan otot karena otot yang kuat dapat membantu dan menjaga sendi yang terserang rematik. Aerobik : yaitu latihan fisik yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan pembuluh darah jantung, menjaga berat badan ideal (untuk mencegah overweight) dan memperbaiki kesehatan secara menyeluruh. Penelitian telah membuktikan bahwa latihan aerobik dapat mengurangi inflamasi (peradangan dan pembengkakan) di beberapa sendi.
4. Fisioterapi dan relaksasi Terapi jenis ini berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri dan memperbaiki kekuatan pada sendi yang terserang rematik tetapi harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah kerusakan pada sendi.
Pada akhirnya penderita rematik dapat hidup sehat seperti biasa asalkan semua dilakukan dengan seimbang, tidak ada yang berlebih. Tidak perlu takut pada rematik. Hidup Anda tidak berakhir pada saat divonis menderita rematik.
Sumber
|
| Last Updated on Saturday, 05 December 2009 03:05 |



